Showing posts with label aviation business. Show all posts
Showing posts with label aviation business. Show all posts

28 April 2014

Terminologi Airline Reservations





Daftar Definisi Menurut Abjad

§  Alternatif Reservation yaitu pembukuan pasti (definite reservations) pada suatu penerbangan tetapi diluar dari pembukuan yang mula - mula pertama dikehendaki penumpang.
§  Action Code yaitu suatu singkatan yang terdiri dari dua huruf digunakan bila suatu segmen memerlukan aksi/penanganan.
§  Advice Code yaitu suatu singkatan yang terdiri dari dua huruf digunakan bila suatu segmen memerlukan penyampaian informasi lebih lanjut.
§  ARNK segmen yaitu bagian dad suatu itinerary penumpang yang tidak diketahui jenis angkutannya dan waktu / tanggal perjalanannya.
§  Auxiliary Service (AUX) yaitu suatu layanan yang diminta olah penumpang (Hotel, Air Taxi, Car, Tour dsb) yang menjadi bagian dari seluruh itinerarynya.
§  Boarding Member yaitu suatu Airline (carrier) dimana pada salah satu penerbangannya penumpang diangkut dari sebuah boarding point.
§  Boarding Point yaitu kota (airport) dimana dari kota tersebut seorang penumpang dijadwalkan (sesuai dengan jadwal) untuk berangkat menggunakan satu penerbangan dari suatu airline (boarding member).
§  Booking atau Reservation yaitu akomodasi pada satu penerbangan tertentu yang dimiliki / dibuat oleh seorang penumpang.
§  Booking Member yaitu suatu airline / carrier dimana penumpang pertama kali membuat reservation-nya.
§  Carrying Member yaitu setiap airline / carrier yang aktif berpartisipasi didalam pengangkutan/peralanan penumpang.
§  Continuing Itinerary yaitu semua segmen atau portion yang masih ada didalam satu itinerary penumpang, diluar kota - kota tertentu atau gap.
§  Delivering Member (Airline) yaitu suatu airline / carrier yang didalam salah satu penerbangannya, penumpang diangkut menuju ke satu interline point atau sap (Iihat diagram).
§  Deplaning Point yaitu satu kota (airport) dimana penumpang dijadwalkan mengakhiri perjalanannya memakai satu penerbangan dari boarding member (lihat diagram).
§  Duplicate Reservations yaitu satu keadaan yang terjadi apabila dua pembukuan (reservations) alau lebih dibuat untuk seorang penumpang atau beberapa penumpang yang sama padahal jelas bahwa penumpang tersebut hanya akan dapat mempergunakan salah satu saja dari reservation itu.
§  File Address (Booking code atau PNR Address) yaitu kumpulan dari 6 karakter yang terdiri dari huruf dan angka yang menandakan lokasi PNR di file CRS. Untuk CRS, file address dimulai dengan huruf L misainya L3CLDH.
§  Firming yaitu prosedur dimana airline disuatu boarding point menghubungi calon penumpangnya yang memiliki status pembukuan definite (pasti) untuk menanyakan kepastiannya kembali bahwa calon penumpang tersebut akan mempergunakan tempatnya.
§  First Boarding Point yaitu satu kota (airport) yang terletak diawal satu portion dari satu itinerary yang diterbangi oleh satu airline tertentu, dimana penumpang memakai air­line tersebut pertama kali mengawali perjalanannya dari kota (airport) tersebut.
§  Gap yaitu bagian dari satu itinerary (kecuali jarak antara dua airport yang terletak di satu kota yang sama) yang melibatkan jenis - jenis transportasi lain diluar dari sebuah schedule service.
§  History (PNR History) yaitu suatu bagian yang menyertai setiap PNR semua catatan mengenai perubahan pada PNR tersebut, waktu (Jam dan tanggal) perubahan dan indentitas, petugas reservation tercatat pula didalamnya.
§  Interchange Flight yaitu sebuah jenis penerbangan yang memberikan keuntungan perjalanan kepada penumpang, dioperasikan oleh dua buah airlines atau lebih dari suatu boarding point sampai ke deplaning point, dengan memakai aircraft yang sama.
§  Interline yaitu kata yang digunakan bersama - sama dengan kata lain untuk menjelaskan / menggambarkan setiap hal yang menyangkut dua airline atau lebih, misalnya inter­line itinerary, interline reservations, interline point dsb.
§  Interline Point yaitu tempat dimana penumpang menukar penerbangannya dari suatu airline / carrier ke penerbangan berikutnya dengan airline / carrier lainnya kota (air-port) itu dapat berupa connection point maupun stop over point.
§  Itinerary yaitu jumlah seluruh / semua portion dari awal sampai akhir dari suatu perjalanan penumpang, meskipun dipisahkan atau terdapat gap (lihat diagram).
§  Late Cancellation yaitu sebuah reservation yang dibatalkan melampaui batas waktu sesuai dengan yang telah diietapkan oleh airline, menjelang waktu keberangkatan.
§  Leg yaitu jarak / antara dua schedule stop yang berurutan pada suatu penerbangan tertentu.
§  Local Passenger yaitu seorang penumpang yang berhubungan langsung atau melalui orang lain dengan sebuah airline setempat, atau berhubungan dengan kantor airline setempat tadi melalui sebuah travel agent atau melalui kantor setempat airline lainnya.
§  Local Reservations yaitu sebuah reservation dimana calon penumpang langsung dapat membukukannya ke sebuah kantor airline setempat, atau melaiui sebuah travel agent, ataupun melalui kantor airline setempat lainnya yang berlokasi di area metropolitan (kota) yang sama.
§  Member in Control of Passenger yaitu sebuah airline yang menangani reservation penumpang setempat dan karenanya penumpang itu menjadi local passenger airline tersebut, atau airline dimana pada salah satu penerbangannya akan digunakan oleh penumpang selanjutnya di dalam perjalanannya ke satu interline point.
§  Misconnection yaitu seorang penumpang yang karena keterlambatannya tiba ataupun karena tidak beroperasinya penerbangan yang akan dipakainya, tiba terlambat di interline point dengan menggunakan penerbangan semula, alternative flight, ataupun transportasi lainnya, sehingga tidak dapat boarding dengan pesawat berikutnya.
§  No Record yaitu suatu keadaan bilamana seorang calon penumpang menunjukkan sebuah ticket untuk tempat/space yang sudah ‘OK’ (reserved space), tetapi airline office dan boarding member di-boarding point itu tidak mempunyai catatan (record) yang menyatakan pernah memberikan konfirmasi maupun menerima reservation untuk tempat yang sudah ‘OK’ itu.
§  Non-Carrying Member yaitu airline / carrier yang tidak akan ikut aktif berpartisipasi didalam itinerary dan transportasi penumpang, tetapi dapat menangani reservationnya.
§  Non Participating Member (sama dengan Non-Carrying Member).
§  Online atau Intraline dipergunakan dihubungkan dengan kata lain untuk menggambarkan atau menjelaskan semua hal yang menyangkut pengangkutan melalui satu airline saja, misalnya on-line itinerary, on-line reservation, on-line stopover dll.
§  Originating Member yaitu airline/carrier yang mengawali mengangkut penumpang sesuai dengan portion pertamanya didalam satu itinerary (Iihat diagram).
§  Other Service Information (OSI) yaitu data yang berada pada pembukuan yang bersifat hanya pemberian informasi. Dapat diambil action / dilayani bila diperlukan dan pada umumnya tidak memerlukan jawaban.
§  Overbooking yaitu suatu keadaan bilamana lebih banyak tempat (seats) yang telah dibukukan pada satu flight melebihi jumlah tempat (seats) yang diperbolehkan untuk dijual.
§  Participating Member (sama dengan Carrying Member).
§  Passenger Boarding Information (PBI) yaitu data persiapan mengenai jumlah penumpang yang akan on board untuk setiap leg dengan pembagian setiap tujuannya disertai dengan rincian penumpang yang mempunyai permintaan khusus (special request).
§  Passenger Name List  (PNR)  yaitu daftar nama - nama penumpang yang akan on-board yang disusun secara alphabetik pada setiap segmen den class.
§  Portion yaitu sebuah segmen atau urutan beberapa buah segmen (meskipun terdapat gap diantaranya) yang diterbangi oleh satu airline tertentu.
§  Preflight Check yaitu sebuah prosedur intern airline dimana airline tersebut melakukan check-recheck terhadap record reservations, dengan tujuan untuk mengurangi / memperkecil / menghilangkan duplicate reservations atau ketidak cermatan record (incorrect record), serta bentuk - bentuk kesalahan lainnya.
§  Protecting Reservation yaitu suatu ‘tentative reservation’ pada satu airline, diluar dari pilihan penumpang yang sebenarnya.
§  No-show yaitu suatu kelalaian mempergunakan akomodasi yang sudah ‘OK’ (reserved accomodation) disebabkan oleh hal - hal lain bukan karena misconnection. Reservation semacam ini tunduk pada pembatalan ataupun perubahan status atas permintaan dari airline yang menerima tentative reservation itu, sesuai dengan prosedur yang berlaku.
§  Receiving Member yaitu sebuah airline yang pada salah satu penerbangannya penumpang diangkut dari sebuah interline point atau gap.
§  Reconfirmation yaitu sebuah ketentuan yang mengharuskan penumpang dengan satu keadaan tertentu dari reservationnya, agar menghubungi mempergunakan airline yang bersangkutan tentang kepastian dan maksudnya untuk mempergunakan tempat yang sudah ‘OK’.
§  Schedule Change yaitu setiap perubahan terhadap segi operasional suatu flight yang harus diberitahukan kepada penumpang yang berkepentingan.
Perubahan tersebut dapat berupa : Perubahan jam berangkat atau jam tiba, perubahan nomor penerbangan (flight number), perubahan frequency penerbangan, perubahan class of service dsb.
§  Schedule Air Service yaitu suatu airline yang jadwal penerbangannya diterbitkan secara resmi, misalnya didalam OAG World Airways Guide, serta telah menggunakan ‘Two letter airline designator’ yang terdaftar secara resmi dan beroperasi menghubungi tempat - tempat kota - kota yang sudah mempunyai ‘three letter city / airport codes’.
§  Segment yaitu sebuah leg atau sekelompok leg dari boarding point seorang penumpang sampai ke deplanning point-nya dengan satu penerbangan tertentu.
§  Special Service Requirement (SSR) yaitu suatu bentuk layanan yang dapat disediakan untuk penumpang yang ditangani / disediakan oleh unit yang bertanggung jawab sesuai dengan layanan yang diminta.
§  Status Code yaitu suatu singkatan yang terdiri dari dua huruf digunakan pada satu segmen untuk keperluan sebagai informasi saja mengenai status segmen tersebut.
§  Standby atau Goshow yaitu penumpang yang tidak memiliki status confirmed pada reservations-nya, datang pada satu lokasi check-in di airport, siap atau bersedia untuk setiap seat menerima tempat (seat) yang tersedia pada saat-saat terakhir (subject to availability).
§  Stopover yaitu sama artinya dengan pemutusan / penghentian perjalanan (break of journey), yaitu pemutusan / penghentian suatu perjalanan yang dilakukan atas kehendak penumpang serta atas persetujuan sebelumnya dari airline yang bersangkutan, disatu kota antara tempat keberangkatan dan tempat tujuan (place of destination).
§  Ticketing Time Limit yaitu waktu (tanggal / jam) yang telah ditentukan / ditetapkan airline, dimana penumpang harus membeli ticket untuk neservations-nya yang sudah dalam status ‘OK’ itu, sebelum batas waktu yang telah ditentukan habis. Termasuk dalam katagori ini adalah penumpang yang sudah memiliki ticket sebelumnya dan meminta untuk di-revalidasi (revalidated) atau untuk di reissue (reissued), guna mencerminkan pembukuan barunya.
§ Waitlist yaitu status pembukuan dimana calon penumpang yang memerlukan seat pada suatu penerbangan, dimana kondisi penerbangan yang dimintanya dalam keadaan penuh baik class of service-nya maupun tanggal keberangkatannya

12 August 2010

Raise of the Commuters

In 2009, is an initial period of increasing activity of commuter flights. For example, in 2008 only a few commuter operators that operate in Banjarmasin : Pelita Air and Riau Air. But in the year 2009, there are numbers of operators who operate commuter flight routes from / to Banjarmasin : Trigana, Kalstar, Susi Air, and Jhonlin Air Transport.


Number of users of air transport services within 5 (five) years is still estimated to grow relatively high. This is because of the factors of facilities and infrastructures of other transportation modes are still limited, while that in line with the essence of local autonomy program, whereby each Local Government, especially in Kabupaten level, competing their investment opportunities and development programs of their own regions, which impact on the increasing mobility of peoples between regions.

With an increase in business activity and investment in remote areas are supported by Local Governments to open the air route into the area, will open up opportunities for commuter operators for the developing world.

The classic problems of most of air operators (commuter) in Indonesia, is inability to provide aircrafts in accordance with needs and market niche.

This occurs because there is no balance between the operational and marketing aspects. Most of The Executive of Commuter Operators prefer to place the operational aspects as the main function and considers marketing as only an additional function.

Facing the ASEAN open sky policy in 2020, The Commuter Operators in Indonesia needs to start thinking about placing marketing function as one of key management functions.

It’s a tragedy, if someday, there’s foreign Air Operator fly over our own continent and grab all of the opportunities, just because we didn’t prepare for it…..